Akan Mati – Tazkirah Buat Renungan Kita Bersama

Buat Renungan Bersama – Sahabat, Saudara dan Keluarga Tercinta. Moga Allah Menempatkan Kita Dikalangan Hamba2nya Yang Beriman.

SPIRITUALITA::Spirit Pasangan Beda Agama dalam Mendidik Anak

Pasangan orang tua dari pernikahan lintas agama mempunyai beragam cara dalam mendidik agama anak-anak mereka.. Ada yang dididik sesuai agama ibunya, ada pula yang sesuai agama ayahnya, dan ada yang menyerahkan kepada pilihan si anak sendiri.

Oleh Ahmad Nurcholish

Persoalan pelik dan rumit tak hanya dihadapi pasangan pernikahan beda agama ketika bersinggungan dengan birokrasi negara maupun agama. Kepelikan juga berlanjut ketika dihadapkan pada penentuan agama anak. Hal ini banyak dialami oleh pasangan pernikahan beda agama, termasuk saya.

Awal April 2005 lalu, ketika hendak mengurus Kartu Keluarga (KK) di Kelurahan tempat saya tinggal, sempat bersitegang dengan petugas kelurahan. Pasalnya, saya harus mencantumkan nama salah satu agama di kolom agama pada blangko/ form pengisian sebelum KK dicetak. Bagi pasangan seagama mungkin tak jadi soal. Tinggal tulis agama sesuai keyakinan orang tua, beres.

Tetapi tidak demikian dengan saya dan istri yang merupakan pasangan beda agama, Islam dan Khonghucu. Menentukan agama buat anak bukanlah persoalan mudah. Oleh karenanya pada saat di kelurahan saya minta petugas untuk mengosongkan kolom agama. Hemat kami (saya dan istri), anak seusia putera kami yang waktu itu belum genap satu tahun, belumlah mengerti soal agama. Jadi apa urgensinya menyantumkan agama pada kolom KK?

Terlepas dari itu, kami memang sepakat bahwa soal agama anak biarlah si anak sendiri yang akan memilih kelak jika ia telah tumbuh dewasa. Untuk sementara kami mengajarkan budi pekerti dan moral yang baik untuk bekal kehidupannya. Namun demikian bukan berarti kami tidak mengajarkan agama pada anak. Tentu kami melakukan itu. Tapi, cara kami mengajarkan agama pada anak berbeda dengan umumnya pasangan seagama. Kami lebih menekankan pada nilai-nilai yang terkandung pada agama yang kami anut. Soal ritual, anak bisa melihat setiap hari ketika ayahnya sholat dan ketika ibunya sembahnya. Tentu dengan caranya masing-masing.

Maka jangan heran jika anak kami melihat dan mendengar azan di TV, ia langsung bilang Allahu Akbar, dengan mengangkat tangannya ke atas (takbiratul ikhram). Begitupun ketika ibunya hendak sembahnyang, anak kami langsung menunjuk ke tempat hio biasa diletakkan. Jadi sudah sejak usia dini anak kami mengenal dua agama dalam keluarga.

Kembali ke kelurahan. Karena petugas kelurahan mengharuskan untuk menyantumkan nama agama tertentu, dan kalau dikosongkan maka tak bisa dicetak, maka saya meminta untuk di tulis Kristen saja. Apakah berarti saya menginginkan anak saya kelak menganut Kristen? Tunggu dulu. Saya hanya ingin kelak anak kami bertanya, “Koq agama saya Kristen?” pada tahap inilah kelak kami akan menjelaskan bahwa di muka bumi ini banyak pilihan agama yang bisa di anut. Mau Kristen silahkan, mau Islam atau Khonghucu, tidak masalah. Yang terpenting adalah bagaimana si anak dapat beragama dengan baik sesuai pilihan dan keyakinannya, serta beragama dengan cara beradab dan toleran. Intinya, kami ingin menanamkan nilai-nilai kemajemukan sejak usia dini, selagi tumbuh dalam lingkungan yang masih terbatas: keluarga.

Apa yang kami lakukan, hampir sama dengan yang dipraktikkan oleh Binyo dan Diba, salah satu pasangan beda agama dalam penelitian yang kami (Tim Peneliti ICRP) lakukan tahun lalu.

4 comments on “SPIRITUALITA::Spirit Pasangan Beda Agama dalam Mendidik Anak

  1. oewie
    November 25, 2008

    thank’s buat postingannya ya..
    buat gambaran aku yg rencana mo NBA jg ^_^ GBU

  2. Pingback: Spirit Pasangan Beda Agama dalam Mendidik Anak « IRIndonesia

  3. nanda
    April 1, 2011

    Senang bisa melihat perbedaan sebagai sesuatu yang baik…agama memang urusan pribadi dengan Tuhan..sukses buat keluarga!

  4. Widhya
    November 21, 2012

    Setujuu..coba semakin banyak orang-orang yang berfikiran seperti kita…, saya dan suami juga beda agama..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 24, 2008 by in Keluarga Bahagia.

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 24 other followers

Dari Penulis

Sekiranya anda suka apa yang sedikit saya kongsikan di sini, doakanlah kebaikan di sisi Allah swt buat saya dan keluarga. Semoga dosa-dosa saya diampunkan dan memperoleh rahmatNya, samada saya masih di sini atau sudah pun pergi menghadapNya. Jutaan terima kasih buat jasa anda, semoga anda juga dikurniakan yang lebih baik dariNya.
%d bloggers like this: