Akan Mati – Tazkirah Buat Renungan Kita Bersama

Buat Renungan Bersama – Sahabat, Saudara dan Keluarga Tercinta. Moga Allah Menempatkan Kita Dikalangan Hamba2nya Yang Beriman.

HAK KEPADA IBUBAPA – Bah. 2

Ibu Abbas r.a. ketika mengertikan ayat (Yang berbunyi): Wa qodho rabbuka alla ta buda illa iyyaahu, wabil walidaini ihsana, imma yablughanna indakal kibara ahaduhuma au kilahuma fala taqul lahuma uf wala tanharhuma waqul lahuma qoulan karima. (Surah Al Isra ayat 23) (Yang bermaksud) Tuhanmu telah menyuruh supaya kamu jangan menyembah (mengesakan) selain padaNya. Dan terhadap kedua ibu bapa harus berbakti (taat dan baik) apabila telah tua salah satunya atau keduanya disisimu, maka jangan menunjukkan sikat atau sikap jemu atau berkata: Cih, kepada keduanya, umpama jika kau samapi membuang kencing atau najis ibu atau bapa, maka jangan kau tutup hidungmu dan jangan muram mukamu sebab keduanya telah mengerjakan semua itu dimasa kecilmu, dan jangan membentak keduanya dan berkatalah dengan lemah lembut, sopan santun, ramah tamah dan hormat.

Ibu Abbas r.a. ketika mengertikan ayat (Yang berbunyi): Wakh fidh lahuma janahadzdzulli minarrahmati, waqul Robbir hamhuma kama robbayani shorghira. (Surah Al Isra ayat 24) (Yang bermaksud) Dan rendahkan dirimu kepada keduanya serendah-rendahnya dan doakan keduanya: “Ya Tuhan,Kasihanilah kedua ibu bapaku sebagaimana keduanya telah memeliharaku dimasa kecil.

Mengenai kewajipan terhadap keduanya dimasa hidup hingga mati, dengan selalu mendoakan untuk keduanya sesudah matinya. Seorang ulama tabi’in berkata: “Siapa yang mendoakan kedua ibu bapanya tiap hari lima kali bererti telah menunaikan kewajipabnya terhadap kedua ibu bapanya.” Sebab Allah s.w.t. berfirman (Yang berbunyi): “An usy kurli wali walidaika, ilayyal mashir. (Yang bermaksud): “Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapamu, kepadaKukau akan kembali.

Bersyukur kepada Allah s.w.t. dan mengerjakan sembahyang lima waktu tiap hari, maka syukur terhadap ibu bapa juga harus lima kali tiap hari. Firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi): “Robbukum a’lamu bima fi nufusikum in takunu shalihina fa innahu kana lil awwabina ghafura. (Yang bermaksud): “Tuhanmu lebih mengetahui apa yang didalam hatimu, jika kamu benar-benar baik (solih) maka sesungguhnya Tuhan itu terhadap orang yang salah lalu kembali taubat, ia maha penganmpun. (Surah Ali-Isra ayat 25)

Hak yang harus dilaksanakan oleh anak terhadap ibu dan ayah ada sepuluh iaitu:
· Jika orang tua berhajat kepada makan harus diberi makan
· Jika berhajat pada pakaian harus diberi pakaian. Rasulullah s.a.w. ketika menerangkan ayat (Yang berbunyi): “Wa sha hib huma fiddunnya ma’rufa. (Yang bermaksud): “Bantulah kedua orang tua didunia dengan baik, yakni supaya diberi makan jika lapar dan pakaian jika tidak berpakaian.
· Jika berhajat bantuan harus dibantu
· Menyambut panggilannya
· Mentaati semua perintahnya asalakn tidak menyuruh berbuat maksiat dan ghibah (Kasari orang)
· Jika berbicara kepada keduanya harus lunak, lemah lembut dan sopan
· Tidak boleh memanggil nama kecilnya (Jambal/ gelaran)
· Jika berjalan harus dibelakangnya
· Suka untuk orang tuanya apa yang ia suka bagi dirinya sendiri, dan membenci bagi keduanya apa yang tidak suka bagi dirinya sendiriMendoakan keduanya supaya mendapat pengampunan Allah s.w.t.dan rahmatNya. Sebagaimana doa Nabi Nuh a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. (Yang berbunyi): “Robbigh fir li waliwalidayya robbanagh fir li waliwalidayya wa lil muminin wal mu’minati yauma yaqumul hisab. (Yang bermaksud): “Ya Tuhankami, ampunkan kami dan kedua ibu bapa kami dan semua kaum muslimin pada hari perhintungan hisab/hari kiamat.

Seorang sahabat berkata: “Tidak suka mendoakan kedua orang tua itu mungkin menyebabkan kesulitan penghidupan anak.” “Dan apakah mungkin memuaskan orang tua yang telah mati?” beliau ditanya. Jawabnya: ” Ya, dengan tiga macam iaitu:
· Dia sendiri menjadi orang soleh sebab menyenangkan kedua orang tuanya
· Menghubungi keluarga dan sahabat-sahabat kedua orang tuanya
· Membacaistighfar dan mendoakan serta bersedekah untuk kedua orang tuanya itu.

Al-Ala’ bin Abdirrahman dari ayahnya dari Abuhurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: ” Jika mati anak Adam putus (terhenti) semua amal perbuatan (kegiatannya), kecuali tiga macam iaitu:
· Sedekah jariah yang berjalan terus (wakaf-wakarnya)
· Ilmu yang berguna (yang diajarkan sehingga orang-orang melakukan ajarannya)Anak yang soleh yang selalu mendoakan pengampunan untuknya

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: ” Jangan memutus hubungan pada orang yang dahulu kawan baik pada orang tuamu, nescaya akan padam nur cahayamu.” Seorang dari suku Bani Saliman datang kepada Rasulullah s.a.w.dan bertanya: “Kedua orang tuaku telah mati, apakah ada jalan untuk berbakti pada keduanya sesudah mati itu?” JawabNabi muhammad s.a.w.: “Ya, membaca istighfar untuk keduanya dan melaksanakan wasiat keduanya dan menghormati sahabat-sahabat keduanya dan menghubungi keluarga dari keduanya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 23, 2007 by in Keluarga Bahagia and tagged , , , , , .

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 24 other followers

Dari Penulis

Sekiranya anda suka apa yang sedikit saya kongsikan di sini, doakanlah kebaikan di sisi Allah swt buat saya dan keluarga. Semoga dosa-dosa saya diampunkan dan memperoleh rahmatNya, samada saya masih di sini atau sudah pun pergi menghadapNya. Jutaan terima kasih buat jasa anda, semoga anda juga dikurniakan yang lebih baik dariNya.
%d bloggers like this: