Akan Mati – Tazkirah Buat Renungan Kita Bersama

Buat Renungan Bersama – Sahabat, Saudara dan Keluarga Tercinta. Moga Allah Menempatkan Kita Dikalangan Hamba2nya Yang Beriman.

Frustasi Impian Tak Tergapai > Pemuda Bakar Diri

Ironis. Kini AT, 24, pemuda kurus dan jangkung berambut gondrong ini harus mendekam di balik jeruji tahanan. Bukan karena perihal keinginan bunuh dirinya yang menjadi alasan utama penahanannya. Namun, AT ternyata sudah acap kali melakukan perbuatan nekat yang menyusahkan keluarganya. Itulah yang menjadi alasan dibuatnya laporan kepolisian mengenai tindakannya selama ini.

KEMARIN, ditemui di luar tahanan, saat dia izin keluar karena menunggu akan dijenguk keluarganya, AT tampak lemah dan pucat. Pemuda yang menyangkal kalau dirinya kurang waras ini mengaku kondisinya baik-baik saja. AT tak banyak bicara, hingga pembicaraan yang disinggung menyangkut kejadian di rumahnya, Kamis 12 Agustus lalu, di kawasan Jalan KH. Agus Salim. Ia pun mulai angkat bicara. Meski kurang terarah isi pembicaraannya, karena sering beralih ke tema-tema lain yang dia suka, At terus berujar. Dia mulai berani menjawab mengenai alasan sikap nekatnya itu.
Namun, sebelumnya dia berkata dengan penuh optimis, kalau dirinya sebentar lagi akan keluar dari penjara, untuk menghirup udara bebas. “Sebentar lagi selesai kok,” katanya kalem. “Banyak yang harus saya tempuh!” katanya seraya menghela nafas panjang. Dari pembicaraannya diselingi canda tawa petugas penjagaan, terlihat obsesi yang jelas dari diri pemuda ini. Obsesinya yang belum terwujud yaitu menjalani kehidupan sebagai seorang pekerja yang mapan, dan bisa menjadi kebanggaan keluarga.
Mulia.
Sungguh mulia cita-cita itu. Namun cara yang ditempuh AT untuk mewujudkan keinginannya itu, dinilai banyak orang kurang realistis, bahkan terlalu idealis, mengikuti kata hati nuraninya. Sebab, cenderung si pemuda memaksakan kehendaknya untuk memperoleh uang dari pihak keluarga. Hal ini terungkap dari penuturan Ram, abang ipar AT, yang mengantar dan melaporkannya kepada petugas.
Sebagai contoh, lelaki berkulit putih dan keturunan Tionghoa ini, telah berkali-kali menggadaikan motor milik abang iparnya, demi mendapatkan uang. Uang yang didapat diakuinya kepada pihak keluarga sebagai modal untuk membuka usaha. Tentu saja alasan tersebut diutarakannya kepada pihak keluarga, saat ditanya alasannya melakukan hal tersebut. Maklum dan bersabar, itulah yang dilakukan pihak keluarga selama ini melihat sikap yang dipilih AT.
Meskipun tindakan AT tergolong tindak pidana kriminal, karena menggadaikan barang milik orang lain, pihak keluarga tak juga melaporkan kepada yang berwajib. Hal ini karena orang tua AT memaklumi kelemahan dan ketidakstabilan kondisi kejiwaan AT. Ketika ditanya bagaimana seandainya bebas, AT dengan yakin menjawab, “Saya akan mewujudkan semua cita-cita saya, dan mudah-mudahan segera saja dibebaskan dari tempat asing ini,” katanya optimis. (tri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 3, 2007 by in Buat Pedoman.

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 24 other followers

Dari Penulis

Sekiranya anda suka apa yang sedikit saya kongsikan di sini, doakanlah kebaikan di sisi Allah swt buat saya dan keluarga. Semoga dosa-dosa saya diampunkan dan memperoleh rahmatNya, samada saya masih di sini atau sudah pun pergi menghadapNya. Jutaan terima kasih buat jasa anda, semoga anda juga dikurniakan yang lebih baik dariNya.
%d bloggers like this: